Selasa, 01 Januari 2013



Manajemen Logistik dan Dunia Bisnis
Oleh Sarah Kartika Rahma
Apa yang terlintas di dalam benak anda ketika mendengar kata logistik? Mungkin yang pertama ada dalam benak anda adalah BARANG, kita pasti akan mengingat angkut mengangkut barang dan pengelolaan barang. Namun logistik bukan hanya tentang pengelolaan barang saja.
Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal . Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.
Sedangkan Manajemen Logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.
Saat ini sedang marak-maraknya orang membuat suatu inovasi-inovasi dalam dunia bisnis, termaasuk di inidonesia ini. Mulai dari bisnis kuliner sampai waralaba bermunculan dimana-mana.
Bagaimana hubungan manajemen logistik dan bisnis? Seberapa besar pengaruhnya? Dan bagaimana perkembangan manajemen logistik dalam dunia berbisnis?
Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk mendapatkan keunutungan yang berlimpah, dan memperluas pangsa pasar perusahaan itu sendiri. Manajemen logistik sangat berperan penting dalam perusahaan karena dalam pengelolaan barang dan pendistribusian barang kepada pelanggan diatur oleh manajemen logistik. Jika barang telat sampai kepada pelanggan pasti akan kecewa, serta pengelolaan barang itu sendiri mulai dari pengadaan sampai penyimpanan barang di perusahaan yang semuanya diatur oleh manajemen logistik. Perkembangan logistik sangat meningkat sampai saat ini, karena perusahaan mulai sadar dengan pentingnya logistik yang baik dalam perusahaan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Dan saya berharap manajemen logistik di setiap perusaahan dapat direncanakan dengan sematang mungkin. 

MASALAH MANAJEMEN LOGISTIK YANG TERJADI
SAAT BERBISNIS
Oleh  Riska Asnawati Musa

Manajemen adalah suatu proses perencanaan yang dilakukan oleh sebuah organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan logistik adalah seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa dan manusia dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan menoptimalkan penggunaan modal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen logistik adalah proses yang perencanaan dalam bidang produk dan manusia dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal.
Saat ini di negara kita yaitu Indonesia sedang marak-maraknya orang – orang yang berbisnis khususnya berbisnis kuliner. Dari mulai berbisnis makanan khas daerahnya masing – masing sampai makanan yang aneh sehingga masyarakat penasaran untuk menikmatinya. Selain makan, da juga yang berbisnis barang jadi, seperti tas, baju dan celana. Dari semua bisnis yang dilakukan, tidak semua orang sukses dalam berbisnis.
Mengapa demikian.....???
Hal tersebut terjadi karena masalah di manajemen logistik yang tidak berjalan lancar atau tidak seimbang. Menurut saya, penyebab dari kegagalan dalam berbisnis adalah lemahnya sumber daya manusia, pengadaan dan kurangnya kontrol dalam bisnis tersebut.
Dalam mengelola bisnis tentunya perlu sumber daya manusia yang benar-benar berkompeten, karena di situlah titik pusat brjalannya sebuah bisnis, jika hal tersebut saja tidak memadai mana mungkin bisnis tersebut berjalan lancar apalagi untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Selanjutnya pengadaan yang lemah juga dapat menghambat dalam suksesnya sebuah bisnis. Pengadaan di sini maksudya ialah ketepatan waktu dalam mengadakan barang yang dibutuhkan. Jika dalam berbisnis kuliner, pengadaan yang dibutuhkan adalah bahan utama untuk membuat makanan, dalam bisnis bahan jadi seperti tas, pakaian dan celana sudah pasti bahan utamanya adalah kain. Jika kain yang dibutuhkan mengalami kelambatan dalam pengdaannya, maka kemungkinan terjadi pesanan tercecer mengakibatkan pelanggan sudah tidak percaya lagi dan akhirnya gagal dalam mencapai kesuksesan.
Yang terakhir yaitu kurangnya kontrol. Dalam mengontrol sebuah barang, kadang karyawan hanya mengontrol seadanya saja tanpa memperhatikan barang tersebut mengalami kerusakan atau tidak. Dimisalkan akan berbisnis pakaian, karyawan yang bertugas dalam mengontrol tentunya dibutuhkan karyawan yang teliti, karena ketelitian merupakan syarat utama dalam melakukan pengontrolan, jika dalam pengontrolannya lemah tentu pakaian yang dipasarkan bisa saja ada yang sobek, kotor atau tidak rapi dalam jaitannya. Hal itulah yang menyebabkan pelanggan enggan untuk membeli barang yang ditawarkan. Terjadi kemerosotan pendapatan dan akhirnya mengalami kebangkrutan dan tidak tercapainya kesuksesan.
Dari beberapa penyebab manajemen logistik yang tidak berjalan lancar kita dapat mempelajari bahwa untuk melakukan sebuah bisnis tentunya kita harus memperhatikan fungsi-fungsi dari manajemen logistik. Jika semua fungsi kita pahami benar-benar, maka kemungkinan besar bisnis yang kita jalani akan berjalan dengan lancar walaupun ada kendala mungkin hanya beberapa saja dan pasti kita dapat mengatasinya. Namun itu semua kembali kepada rezeki masing-masing yang Allah SWT beri kepada kita.

Artikel Manajemen Logistik oleh Meilani Sopiani

KEADAAN MANAJEMEN LOGISTIK DI INDONESIA

Oleh : MEILANI SOPIANI
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Manajemen Perkantoran (2011)
Universitas Pendidikan Indonesia

Apa yang terlintas jika Anda mendengar kata “Manajemen Logistik”?? Apakah tentang kepengurusan barang, alat dan sumber daya?? Apakah tentang pergudangan?? Semua itu memang dibenarkan seperti pendapat Subagja (1990 :5) Logistik adalah suatu ilmu pengetahuan, seni dan teknik perencanaan dari suatu produksi, penyimpanan, transportasi (pengangkutan), perpindahan personil, usaha mendapatkan persediaan dan perlengkapan seperti halnya konstruksi dan fasilitas penunjang bagi pengoperasian tepat guna untuk keberhasilan kemiliteran.
Sehingga kita dapat memahami tujuan dari dibentuknya manajemen logistik ini adalah untuk mengatur arus keluar masuknya barang, alat atau sumber daya juga informasi serta bagaimana cara mencapai tujuan dengan  ketersediaan bahan logistik setiap saat bila dibutuhkan dan dipergunakan secara efesien dan efektif. Disini saya tertarik untuk membahas keadaan logistik di Negara tercinta ini yaitu Indonesia. Secara umum manajemen logistik di Indonesia masih rendah keadaanya. Kenapa?? Karena memang persediaan dalam manajemen logistik belum sesuai teori. Memang kebanyak apa yang tertera dalam teori terkadang berbeda dengan kenyataan. Dalam fungsi manajemen logistik terdiri atas fungsi perencanaan dan penentu kebutuhan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan dan penyaluran, pemeliharaan, penghapusan, pengendalian. Ini mungkin dikarenakan oleh ketidak baikan pertaggung jawaban dan perencanaan yang sesuai untuk penggunaan dalam waktu jangka panjang dan waktu jangka pendek. Juga kesalahan dalam perhitungan pemenuhan logistik. Juga keterbatasan logistik yang menunjang.
Seperti dalam perusahaan bisnis sebagian besar prinsip utamanya mencari profit masih yang utama, akan tetapi profit tidaklah selalu menjadi yang utama karena yang terpenting bagaimana fungsi-fungsi logistik itu berperan menjadi yang utama tentunya profit yang besar akan bisa didapatkan, karena proses lah yang akan menentukan hasil akhir. Dan ketersediaan barang logistik merupakan pendukung dari berjalannya perusahaan bisnis untuk mendapatkan profit yang diharapkan. Maka manajemen logistik berperan dalam ketersedian barang-barang atau sumber daya. Sehingga dapat diperbaiki manajemen yang asalnya kurang baik menjadi lebih baik dan bagus jadi dapat menunjang perusahaan bisnis untuk mendapat profit yang diharapkan. Dan mencapai kesejahteraan bagi Negara.

Logistik di sekitar kita Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)


Logistik di sekitar kita
Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)
Logistik? Sebuah kata yang sudah sangat familiar terdengar di teinga kita baik di dalam kegiatan rumah tangga, organisasi ataupun perusahaan dsb. Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuna, yaitu “logistikos” yang berarti “terdidik/pandai” dalam memperkirakan berhitung. Dan secara sederhana defini logistik ini menurut buku “Manajemen Logistik” karangan H. Subagya M.S merupakan suatu ilmu pengetauan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan alat-alat/material.
Dapat kita simpulkan bahwa logistik ini berkaitan dengan kegiatan pengaturan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang biasanya sering kita temukan pada aktivitas pabrik/produksi, dan juga peralatan atau perlengkapan yang berkaitan dengan perkantoran.
Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi sebuah kunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh organisasi ataupun perusahaan.
Di dalam kehidupan sehari-hari kegiatan manajemen logistik ini sering kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Contohnya saja saat kita ingin mengirimkan sebuah barang yang berupa baju untuk keperluan tante yang tinggal di luar kota, maka kita tidak harus jauh-jauh berkunjung  mengeluarkan ongkos yang banyak serta waktu tempuh yang relatif lama hanya untuk mengirimkan barang itu, tetapi kita tinggal datang saja ke perusahaan jasa yang bergerak di bidang kurir pengiriman barang atau bisa kita kita berupa TKI, JNE, dll. Maka barang itu akan tiba dengan waktu yang tepat dan ongkos sesuai dengan tarif kirim ke kota tujuan, lebih efektif dan efisien bukan?
Contoh lainnya adalah logistik di dalam sebuah pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang umumnya mempunyai fungsi utama yaitu produksi dan pemasaran, produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi guna menunjang berlangsungnya kegiatan produksi. Sementara dalam hal pemasaran/distribusi logistik berkaitan dengan fungsi penyimpanan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.
Sementara logistik di dalam bidang penanganan bencana juga menjadi satu hal yang berperan sangat penting. Biasanya peran logistik disini adalah sebagai penyalur bantuan yag berupa kebutuhan para korban ataupun kebutuhan para timsar dalam proses evakuasi, logistik dalam hal ini harus mempunyai strategi yang matang untuk ketepatan waktu dalam penyampaian bantuan tersebut. Mereka harus bisa memperhitungkan agar proses tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Dengan contoh yang Saya uraikan di atas, dapat diungkapkan bahwa kegiatan logistik ini akan berjalan dengan efektif dan efisien apabila memenuhi 4 unsur yaitu : tepat jumlah, tepat waktu, tepat ongkos maupun tepat mutu. Selain itu kita dapat melihat berbagai gejala logistik lainnya dalam kehidupan sehari-hari seperti pada bidang transportasi, inventarisasi, komunikasi, sistem informasi pengadaaan, penempatan lokasi fasilitas, dsb. Begitulah kiranya gejala logistik di sekitar yang Saya bisa sampaikan terima kasih.

Logistik di sekitar kita Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)


Logistik di sekitar kita
Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)
Logistik? Sebuah kata yang sudah sangat familiar terdengar di teinga kita baik di dalam kegiatan rumah tangga, organisasi ataupun perusahaan dsb. Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuna, yaitu “logistikos” yang berarti “terdidik/pandai” dalam memperkirakan berhitung. Dan secara sederhana defini logistik ini menurut buku “Manajemen Logistik” karangan H. Subagya M.S merupakan suatu ilmu pengetauan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan alat-alat/material.
Dapat kita simpulkan bahwa logistik ini berkaitan dengan kegiatan pengaturan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang biasanya sering kita temukan pada aktivitas pabrik/produksi, dan juga peralatan atau perlengkapan yang berkaitan dengan perkantoran.
Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi sebuah kunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh organisasi ataupun perusahaan.
Di dalam kehidupan sehari-hari kegiatan manajemen logistik ini sering kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Contohnya saja saat kita ingin mengirimkan sebuah barang yang berupa baju untuk keperluan tante yang tinggal di luar kota, maka kita tidak harus jauh-jauh berkunjung  mengeluarkan ongkos yang banyak serta waktu tempuh yang relatif lama hanya untuk mengirimkan barang itu, tetapi kita tinggal datang saja ke perusahaan jasa yang bergerak di bidang kurir pengiriman barang atau bisa kita kita berupa TKI, JNE, dll. Maka barang itu akan tiba dengan waktu yang tepat dan ongkos sesuai dengan tarif kirim ke kota tujuan, lebih efektif dan efisien bukan?
Contoh lainnya adalah logistik di dalam sebuah pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang umumnya mempunyai fungsi utama yaitu produksi dan pemasaran, produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi guna menunjang berlangsungnya kegiatan produksi. Sementara dalam hal pemasaran/distribusi logistik berkaitan dengan fungsi penyimpanan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.
Sementara logistik di dalam bidang penanganan bencana juga menjadi satu hal yang berperan sangat penting. Biasanya peran logistik disini adalah sebagai penyalur bantuan yag berupa kebutuhan para korban ataupun kebutuhan para timsar dalam proses evakuasi, logistik dalam hal ini harus mempunyai strategi yang matang untuk ketepatan waktu dalam penyampaian bantuan tersebut. Mereka harus bisa memperhitungkan agar proses tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Dengan contoh yang Saya uraikan di atas, dapat diungkapkan bahwa kegiatan logistik ini akan berjalan dengan efektif dan efisien apabila memenuhi 4 unsur yaitu : tepat jumlah, tepat waktu, tepat ongkos maupun tepat mutu. Selain itu kita dapat melihat berbagai gejala logistik lainnya dalam kehidupan sehari-hari seperti pada bidang transportasi, inventarisasi, komunikasi, sistem informasi pengadaaan, penempatan lokasi fasilitas, dsb. Begitulah kiranya gejala logistik di sekitar yang Saya bisa sampaikan terima kasih.

Logistik di sekitar kita Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)


Logistik di sekitar kita
Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)
Logistik? Sebuah kata yang sudah sangat familiar terdengar di teinga kita baik di dalam kegiatan rumah tangga, organisasi ataupun perusahaan dsb. Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuna, yaitu “logistikos” yang berarti “terdidik/pandai” dalam memperkirakan berhitung. Dan secara sederhana defini logistik ini menurut buku “Manajemen Logistik” karangan H. Subagya M.S merupakan suatu ilmu pengetauan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan alat-alat/material.
Dapat kita simpulkan bahwa logistik ini berkaitan dengan kegiatan pengaturan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang biasanya sering kita temukan pada aktivitas pabrik/produksi, dan juga peralatan atau perlengkapan yang berkaitan dengan perkantoran.
Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi sebuah kunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh organisasi ataupun perusahaan.
Di dalam kehidupan sehari-hari kegiatan manajemen logistik ini sering kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Contohnya saja saat kita ingin mengirimkan sebuah barang yang berupa baju untuk keperluan tante yang tinggal di luar kota, maka kita tidak harus jauh-jauh berkunjung  mengeluarkan ongkos yang banyak serta waktu tempuh yang relatif lama hanya untuk mengirimkan barang itu, tetapi kita tinggal datang saja ke perusahaan jasa yang bergerak di bidang kurir pengiriman barang atau bisa kita kita berupa TKI, JNE, dll. Maka barang itu akan tiba dengan waktu yang tepat dan ongkos sesuai dengan tarif kirim ke kota tujuan, lebih efektif dan efisien bukan?
Contoh lainnya adalah logistik di dalam sebuah pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang umumnya mempunyai fungsi utama yaitu produksi dan pemasaran, produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi guna menunjang berlangsungnya kegiatan produksi. Sementara dalam hal pemasaran/distribusi logistik berkaitan dengan fungsi penyimpanan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.
Sementara logistik di dalam bidang penanganan bencana juga menjadi satu hal yang berperan sangat penting. Biasanya peran logistik disini adalah sebagai penyalur bantuan yag berupa kebutuhan para korban ataupun kebutuhan para timsar dalam proses evakuasi, logistik dalam hal ini harus mempunyai strategi yang matang untuk ketepatan waktu dalam penyampaian bantuan tersebut. Mereka harus bisa memperhitungkan agar proses tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Dengan contoh yang Saya uraikan di atas, dapat diungkapkan bahwa kegiatan logistik ini akan berjalan dengan efektif dan efisien apabila memenuhi 4 unsur yaitu : tepat jumlah, tepat waktu, tepat ongkos maupun tepat mutu. Selain itu kita dapat melihat berbagai gejala logistik lainnya dalam kehidupan sehari-hari seperti pada bidang transportasi, inventarisasi, komunikasi, sistem informasi pengadaaan, penempatan lokasi fasilitas, dsb. Begitulah kiranya gejala logistik di sekitar yang Saya bisa sampaikan terima kasih.

Logistik di sekitar kita Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)


Logistik di sekitar kita
Oleh : Neng Wida Sapitri (Pendidikan Manajemen Perkantoran A 2011 NIM : 1102248)
Logistik? Sebuah kata yang sudah sangat familiar terdengar di teinga kita baik di dalam kegiatan rumah tangga, organisasi ataupun perusahaan dsb. Secara etimologi, logistik berasal dari bahasa Yunani kuna, yaitu “logistikos” yang berarti “terdidik/pandai” dalam memperkirakan berhitung. Dan secara sederhana defini logistik ini menurut buku “Manajemen Logistik” karangan H. Subagya M.S merupakan suatu ilmu pengetauan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan alat-alat/material.
Dapat kita simpulkan bahwa logistik ini berkaitan dengan kegiatan pengaturan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang biasanya sering kita temukan pada aktivitas pabrik/produksi, dan juga peralatan atau perlengkapan yang berkaitan dengan perkantoran.
Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi sebuah kunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh organisasi ataupun perusahaan.
Di dalam kehidupan sehari-hari kegiatan manajemen logistik ini sering kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Contohnya saja saat kita ingin mengirimkan sebuah barang yang berupa baju untuk keperluan tante yang tinggal di luar kota, maka kita tidak harus jauh-jauh berkunjung  mengeluarkan ongkos yang banyak serta waktu tempuh yang relatif lama hanya untuk mengirimkan barang itu, tetapi kita tinggal datang saja ke perusahaan jasa yang bergerak di bidang kurir pengiriman barang atau bisa kita kita berupa TKI, JNE, dll. Maka barang itu akan tiba dengan waktu yang tepat dan ongkos sesuai dengan tarif kirim ke kota tujuan, lebih efektif dan efisien bukan?
Contoh lainnya adalah logistik di dalam sebuah pabrik atau perusahaan. Perusahaan yang memproduksi barang umumnya mempunyai fungsi utama yaitu produksi dan pemasaran, produksi berhubungan dengan persediaan bahan baku, penyimpanan, serta pemeliharaan alat-alat produksi guna menunjang berlangsungnya kegiatan produksi. Sementara dalam hal pemasaran/distribusi logistik berkaitan dengan fungsi penyimpanan barang dan menyalurkannya kepada konsumen.
Sementara logistik di dalam bidang penanganan bencana juga menjadi satu hal yang berperan sangat penting. Biasanya peran logistik disini adalah sebagai penyalur bantuan yag berupa kebutuhan para korban ataupun kebutuhan para timsar dalam proses evakuasi, logistik dalam hal ini harus mempunyai strategi yang matang untuk ketepatan waktu dalam penyampaian bantuan tersebut. Mereka harus bisa memperhitungkan agar proses tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Dengan contoh yang Saya uraikan di atas, dapat diungkapkan bahwa kegiatan logistik ini akan berjalan dengan efektif dan efisien apabila memenuhi 4 unsur yaitu : tepat jumlah, tepat waktu, tepat ongkos maupun tepat mutu. Selain itu kita dapat melihat berbagai gejala logistik lainnya dalam kehidupan sehari-hari seperti pada bidang transportasi, inventarisasi, komunikasi, sistem informasi pengadaaan, penempatan lokasi fasilitas, dsb. Begitulah kiranya gejala logistik di sekitar yang Saya bisa sampaikan terima kasih.